Nama : Maimunah
NIM : 131301018
Assalamualaikum
Akhirnya untuk yang kesian kalinya saya akan menceritakan pengalaman pengalaman saya. Kali ini berbeda karena saya akan menceritakan pengalaman saya tentang konesep andragogi dan pedagogi, nah sebelum saya menuangkan pengalaman saya, saya ingin memberikan informasi sedikit mengenai apa itu andragogi dan pedagogi, jadi Andragogi adalah proses untuk melibatkan peserta didik dewasa ke dalam suatu struktur pengalaman belajar. Sedangkan Pedagogi adalah ilmu atau seni dalam menjadi seorang guru. Istilah ini merujuk pada strategi pembelajaran atau gaya pembelajaran.
Oke baiklah selamat membaca
Jika dilihat dari segi siswa atau pembelajar, dalam pedagogi, seingat saya ketika saya masih Sekolah Dasar bahkan sampai saya duduk dibangku Sekolah Menengah Atas, saya sangat tergantung pada guru. Guru mengasumsikan dirinya bahwa ia bertanggung jawab penuh terhadap apa yang akan diajarkan dan bagaimana mengajarkannya.Gurulah yang mengevaluasi hasil belajar. jadi saya sebagi siswa hanya menjalani apa saja yang diperintahkan dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru saya dulu, ketika saya masih berstatus sebagai seorang siswa. Namun ketika saya sudah menjadi seorang mahasiswa ini sangat jauh berbeda jadi saya dituntut untuk menjadi seorang yang mandiri. Sayalah yang mengarahkan diri saya sendiri untuk belajar apa dan bagaimana. Jadi tidak lagi bergantung pada guru atau dosen. Guru atau dosen hanyalah sebagai seorang fasilitator. Akhirnya saya sadari mengapa dosen saya selalu mengatakan “kami hanya lah seorang fasilitator”. Jadi ini yang dinamakan sebagai andragogi.
Bisa juga dilihat dari sisi peran siswa dan pengalaman belajar, dalam pedagogi, pengalaman guru yang lebih dominan. Jadi ketika saya masih menjadi seorang siswa saya hanya mengikuti aktifitas belajar, dimana saya sendiri tidak banyak mengalami sesuatu kecuali sebagai peserta pasif jadi saya hanya datang kesekolah, duduk diam dan pulang. Sedangkan andragogi,saya mengalami sesuatu secara leluasa. Pengalaman-pengalaman saya yang menjadi sumber utama seperti saya harus dituntut untuk menjadikan diri saya sebagai sumber belajar, sehingga saya harus aktif seperti yang saya lakukan ikut belajar kelompok, memecahkan masalah pembelajaran yang tidak saya ketahui dengan searching melalui internet dan menanyakan kepada teman saya.
Jika dilihat dari sisi motivasi belajar, dalam pedagogi, motivasi itu datang dari luar, jadi begini ketika saya masih bersekolah guru saya itu selalu menyuruh dan memaksakan atau mewajibkan bahkan dituntut untuk mengikuti pendidikan yang ia ajarkan yang saya ingat salah satu nya saat ini adalah guru Bahasa Indonesia saya saat Sekolah Menengah Atas, kami selalu menyebut nya sebagai Buk TR, ialah yang selalu memaksa untuk mengikuti apa yang ia sampaikan dan ternyata ini sebuah konsep pedagogi. Berbeda sekali dengan pengalaman yang saat ini saya sedang jalani, dalam andragogi motivasi itu datang dari dalam diri saya sendiri. Jadi saya sudah tidak pernah lagi, ada yang memaksa, dan mewajibkan saya untuk belajar. jadi saya lah yang menentukan bagaimana yang terbaik untuk diri saya.
Saat ini usia saya sudah 19 tahun. dan andragogi ini sudah saya dapatkan sesuai dengan pengalaman yang saya alami saat saya berkuliah di Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara, jadi saya sudah tidak bergantung lagi pada Dosen saya, melainkan sayalah yang dituntut untuk mandiri. Salah satu nya yaitu saya selalu mencari tau sendiri pelajaran yang akan dipelajari saat perkuliahanan serta mempersentasikan sendiri materi perkuliahan tanpa ada bergantung lagi pada seorang dosen. Jadi kami di Fakultas Psikologi USU, menurut saya menerapkan andragogi.
Eitz belum selesai saya akan menambahkan juga sedikit informasi bahwa menurut mbah Malcom Knowles (1984), dalam bukunya, “Self-directed Learning”. Andragogy memang merupakan teori orang dewasa. Oleh karena itu, orang dewasa harus diajar dengan pendekatan andragogi seperti yang sudah diterapkan oleh Fakultas Psikologi USU yang kucintai
Sekian terimakasih yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca jika ada kritik dan saran yang dapat membangun silahkan beri komentar yang positif ya.
#keep smile
Tidak ada komentar:
Posting Komentar